Bagaimana potensi energi terbarukan di desa dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong perubahan yang adil dan berkelanjutan? Dokumen ini menjawab pertanyaan tersebut melalui pendekatan partisipatif yang berangkat langsung dari pengalaman dan realitas masyarakat desa di Nusa Tenggara Barat.
Dilaksanakan di enam desa di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat, kajian ini mengungkap potensi besar energi terbarukan lokal, mulai dari biogas, energi surya, hingga mikrohidro. Namun di balik peluang tersebut, terdapat tantangan nyata yang menghambat pengelolaan dan keberlanjutannya, mulai dari kapasitas teknis, kelembagaan, hingga akses pendanaan.
Yang membuat studi ini penting bukan hanya pada data yang dihasilkan, tetapi pada cara pandangnya. Dengan melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, petani, pelaku UMKM, dan pemerintah desa, kajian ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial. Risiko perubahan iklim dan kerentanan ekonomi yang dihadapi masyarakat justru menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Dokumen ini tidak hanya memetakan potensi, tetapi juga menawarkan arah perubahan. Mulai dari penguatan tata kelola energi di tingkat desa, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga integrasi mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan. Semua ini menjadi kunci agar transisi energi tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat yang adil bagi semua.
Unduh dokumen ini untuk melihat lebih dalam bagaimana energi terbarukan dapat menjadi pintu masuk perubahan yang berkelanjutan, dimulai dari desa.









