Perubahan besar sering kali dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: rumah, dapur, keluarga, dan percakapan antarwarga. Inilah yang terlihat dalam cerita perubahan dari desa dampingan Gema Alam NTB melalui program WE for JET.
Melalui proses pendampingan, perempuan yang sebelumnya lebih banyak berada di ruang domestik mulai berani bersuara, mengikuti kegiatan, dan terlibat dalam ruang pengambilan keputusan. Di saat yang sama, kesadaran tentang kesetaraan gender mulai tumbuh di dalam keluarga. Pekerjaan rumah tangga tidak lagi dilihat sebagai tanggung jawab perempuan semata, tetapi sebagai kerja bersama.
Cerita ini juga menunjukkan bagaimana inklusi mulai hidup di tingkat desa. Penyandang disabilitas mendapat ruang yang lebih setara, warga belajar menulis dan menyampaikan aspirasi, serta masyarakat mulai memahami pentingnya energi terbarukan dan pengelolaan sampah melalui praktik sederhana seperti pemilahan sampah dan pemanfaatan biogas.
Dari desa, kita belajar bahwa transisi energi yang berkeadilan bukan hanya tentang teknologi. Ia juga tentang keberanian, solidaritas, dan perubahan cara pandang.
Tonton cerita lengkapnya di YouTube di atas dan lihat bagaimana warga desa bersama Gema Alam NTB membangun perubahan dari ruang paling dekat dengan kehidupan mereka.








