Bagaimana kita bisa merancang pembangunan yang benar-benar inklusif jika data tentang penyandang disabilitas masih terbatas? Dokumen ini menjawab pertanyaan tersebut melalui pendataan lapangan yang dilakukan di enam desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menggunakan standar internasional seperti Washington Group Questionnaire dan UNICEF Child Functioning Module, studi ini mengidentifikasi 394 penyandang disabilitas dengan ragam kondisi yang mencerminkan kompleksitas nyata di tingkat komunitas. Di balik angka tersebut, tersimpan cerita tentang kelompok usia produktif yang masih menghadapi keterbatasan akses—mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga layanan dasar.
Dokumen ini tidak hanya menyajikan data, tetapi juga membuka cara pandang baru: bahwa pendataan disabilitas adalah langkah strategis untuk mendorong kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berbasis hak.
Unduh dokumen ini untuk memahami lebih dalam potret disabilitas di tingkat desa, serta bagaimana data dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih sistemik.









