Gandeng YPPS, Pemkab Flores Timur Sulap Sabut Kelapa Jadi Peluang Usaha Baru

Share

FLORES TERKINI – Potensi ekonomi kelapa di Flores Timur kini mulai digarap lebih serius. Tak cuma soal kopra, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melirik pengolahan sabut hingga arang untuk mendongkrak pendapatan warga desa. Inisiasi strategis ini dibahas dalam pertemuan kemitraan bisnis cocopeat di Aula Bapperida Flores Timur, Jumat, 8 Mei 2026.

Agenda yang dimulai tepat pukul 13.00 WITA ini dibuka oleh Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen. Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, pelaku usaha, hingga tim Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) serta komunitas dampingan program WE for JET yang disokong Penabulu Foundation dan Oxfam.

Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS), dalam siaran pers yang diterima Flores Terkini Pikiran Rakyat menyebut, langkah ini merupakan bagian penting dari hilirisasi produk lokal. Bupati Anton Doni Dihen mengatakan, pihaknya komitmen penuh memberi ruang bagi pengelolaan sumber daya kelapa agar hasilnya lebih maksimal.

Pemda Flores Timur saat ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya kita, terutama kelapa, secara maksimal. Kita dorong anak-anak muda Flotim untuk berani berusaha. Komitmen Pemda sudah jelas, dan saya berharap usaha yang kita rancang bersama ini bisa segera terealisasi,” tegas Anton Doni Dihen. Selama ini, desa dampingan YPPS sebenarnya sudah aktif memproduksi kopra putih lewat sistem Rumah Energi Matahari (REM). Hanya saja, sabut kelapa biasanya masih dibiarkan menumpuk sebagai limbah.

Direktur PT Prima Coco Sejahtera, Heri Tan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini fokus mengolah sabut tersebut menjadi cocopeat untuk pasar ekspor.

“Dulu mungkin sabut dianggap limbah, sekarang justru menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Heri Tan.

Magda Rianghepat yang hadir mewakili Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) menambahkan, skema ini bertujuan menghidupkan ekonomi sirkular di desa.

“Ini bukan hanya soal usaha baru, tetapi tentang bagaimana desa bisa membangun ekonomi sirkularnya sendiri. Semua bagian kelapa bisa dimanfaatkan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, ada sekitar 50 warga yang disiapkan untuk ikut program magang di PT Prima Coco Sejahtera. Bupati pun berjanji akan mengawal langsung para peserta ini.

“Nanti saat pelepasan belajar, 50 orang anak muda yang magang akan saya antar langsung. Ini bukan sekadar seremonial. Saya mau tunjukkan bahwa Pemda hadir, dan saya mau mereka jadi pemantik semangat bagi anak muda lainnya di Lewotana untuk terus berkarya dari potensi yang kita punya,” kata Bupati.

Agustina Masa Laot selaku Ketua Komunitas Ina Sayang Desa Lambunga, turut menaruh harapan agar industri ini tak melupakan peran perempuan.

“Perempuan selama ini banyak bekerja di balik proses pengolahan hasil kelapa, tetapi sering tidak terlihat. Kami berharap usaha-usaha baru ini juga memberi ruang bagi perempuan muda desa untuk belajar, memimpin, dan bertumbuh sebagai pelaku usaha,” tutur Agustina.

Melihat data pasar, harga kopra putih di Waidoko saat ini mencapai Rp16.000 per kilogram. Dengan integrasi pengolahan sabut dan arang, rantai ekonomi desa diyakini akan jauh lebih kuat ketimbang hanya menjual kelapa gelondongan.

Sumber Artikel berjudul ” Gandeng YPPS, Pemkab Flores Timur Sulap Sabut Kelapa Jadi Peluang Usaha Baru “, selengkapnya dengan link: https://floresterkini.pikiran-rakyat.com/lokal/pr-2710196856/gandeng-ypps-pemkab-flores-timur-sulap-sabut-kelapa-jadi-peluang-usaha-baru?page=2

Indikator GEDSI Masuk dalam RUED NTT: Langkah Maju Menuju Transisi Energi yang Lebih Adil

Prev

FJPI Pertama di NTT: Ruang Baru Jurnalis Perempuan untuk Mengawal Transisi Energi Berkeadilan

Next
Comments
Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Mari terhubung dengan kami!
Dapatkan cerita dan refleksi yang kami pilihkan