Rapid Care Analysis dalam Transisi Energi

Share

Laporan Rapid Care Analysis (RCA) di Nusa Tenggara Barat ini membuka satu fakta penting yang sering terlewat: transisi energi tidak pernah netral gender. Di balik peralihan dari kayu bakar ke LPG, dari minyak tanah ke listrik, ada kerja perawatan tak berbayar—yang sebagian besar dilakukan perempuan—yang menjadi fondasi bagi keberlangsungan rumah tangga, ekonomi desa, hingga agenda transisi energi itu sendiri.

Studi partisipatif di enam desa ini menemukan sebuah paradoks. Akses terhadap energi modern memang mengurangi waktu kerja domestik secara signifikan. Namun, perubahan itu belum diikuti oleh perubahan pembagian peran. Perempuan tetap memikul beban utama memasak, mencuci, membersihkan rumah, serta merawat anak, lansia, dan anggota keluarga disabilitas—sering kali dengan konsekuensi pada kesehatan, mobilitas, akses pendidikan, dan peluang ekonomi mereka.

Laporan ini tidak hanya menyajikan temuan, tetapi juga mengajak kita berpikir ulang. Teknologi saja tidak cukup. Transisi energi yang benar-benar adil membutuhkan pengakuan, pengurangan, dan redistribusi kerja perawatan, serta pelibatan bermakna perempuan dan kelompok rentan dalam setiap tahap pengambilan keputusan.

Jika Anda bekerja di isu energi, pembangunan, gender, atau pemberdayaan komunitas, laporan ini menawarkan perspektif penting untuk memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berkeadilan.

Unduh laporan lengkapnya untuk memahami lebih dalam dan melihat ulang makna “adil” dalam transisi energi.

Permainan Ular Tangga “Panji Semarak”

Prev

Pendidikan Pembebasan ala SEKRA

Next
Comments
Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Mari terhubung dengan kami!
Dapatkan cerita dan refleksi yang kami pilihkan