Energi Bersih Dorong Kemandirian Perempuan Flores Timur

Share

Transisi energi bersih tidak hanya berbicara tentang teknologi. Di Flores Timur, transisi energi juga menjadi ruang untuk memperkuat keadilan sosial, kemandirian komunitas, dan kepemimpinan perempuan.

Semangat ini menjadi pesan utama dalam diskusi terbuka bertajuk “Dari Matahari ke Dapur: Energi Bersih, Perempuan Tangguh, Ekonomi Tumbuh” yang digelar di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Senin, 30 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program WE FOR JET (Women and Vulnerable Groups Leading a Transformative and Just Energy Transition) yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Di Flores Timur, program ini mendampingi 12 komunitas dari enam desa dalam pengembangan Rumah Energi Matahari (REM) dan ekonomi sirkular berbasis kelapa, dengan perempuan sebagai pelaku utama perubahan.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Adrianus Benga Ama Lamabelawa, S.H., yang hadir mewakili Bupati Flores Timur Ir. Antonius Doni Dihen, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Adrianus menekankan pentingnya mendorong solusi energi terbarukan di tengah krisis energi fosil yang semakin berdampak pada stabilitas ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Menghadapi persoalan ini dan bercermin pada langkah-langkah YPPS, kita melihat bahwa energi terbarukan bukanlah sesuatu yang mahal dan rumit. Justru, masyarakat bahkan perempuan mampu mengelolanya secara mandiri,” ujar Adrianus.

Menurut Adrianus, Flores Timur memiliki potensi besar sebagai wilayah tropis untuk mengembangkan energi matahari secara lebih luas. Potensi ini tidak hanya penting untuk menjawab kebutuhan energi, tetapi juga untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menilai program WE FOR JET perlu terus dikembangkan karena mampu menghubungkan pemanfaatan energi bersih dengan peningkatan ekonomi keluarga dan literasi energi masyarakat. Diskusi ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dari perempuan lokal yang selama ini terlibat langsung dalam pengelolaan energi bersih di tingkat komunitas.

Direktur YPPS, Melky Koli Baran, menegaskan bahwa Rumah Energi Matahari bukan sekadar alat. REM menjadi simbol perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian, dari pemanfaatan panas matahari menjadi energi produktif, serta dari peran pasif menuju kepemimpinan perempuan.

“Kami melihat perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tapi sebagai penggerak utama perubahan,” kata Melky.

Diskusi ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Apolinardus Yosef Lia Demoor, STP., MM., para kepala desa dari wilayah dampingan YPPS, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, energi bersih kembali ditegaskan sebagai pintu masuk untuk membangun perubahan sosial yang lebih inklusif. Dari dapur, perempuan mulai mengelola energi, memperkuat ekonomi keluarga, dan menghadirkan pengalaman nyata yang dapat mendorong kebijakan pembangunan yang lebih adil.

Artikel ini disadur dari berita “Energi Bersih Dorong Kemandirian Perempuan Flores Timur” yang diterbitkan oleh RRI: https://rri.co.id/ende/regional/1677558/faq.html

Comments
Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Mari terhubung dengan kami!
Dapatkan cerita dan refleksi yang kami pilihkan