Jejak Dampak CIS Timor dalam Transisi Energi Berkeadilan

Share

Dalam enam bulan implementasi program WE FOR JET, CIS Timor memulai intervensi dari titik yang paling krusial dalam transisi energi, yaitu komunitas.

Periode Juli hingga Desember 2025 mencatat 375 orang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan program. Dari jumlah tersebut, 228 adalah perempuan dan 147 laki laki, serta terdapat 13 orang penyandang disabilitas yang turut berpartisipasi. Komposisi ini menunjukkan bahwa program tidak hanya menjangkau masyarakat secara luas, tetapi juga berhasil melibatkan kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam sektor energi.

Intervensi dilakukan di enam desa dampingan yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Sumba Barat Daya. Di tahap awal, CIS Timor memfasilitasi proses pengorganisasian komunitas dan pembelajaran tematik terkait GEDSI dan transisi energi. Sebanyak 141 orang terlibat dalam pengorganisasian kelompok di tingkat desa.

Pengorganisasian ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas awal, tetapi menjadi fondasi untuk membangun kesadaran kolektif. Dalam proses ini, masyarakat mulai memahami keterkaitan antara energi, ekonomi rumah tangga, dan peran gender. Perempuan yang sebelumnya tidak terlibat dalam diskusi energi mulai aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.

Selain itu, dilakukan pemetaan potensi desa yang mencakup beberapa aspek penting. Identifikasi dilakukan terhadap peluang energi terbarukan yang sesuai dengan kondisi lokal, sektor ekonomi produktif seperti UMKM yang dapat dikembangkan, serta kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan yang dapat menjadi penggerak program. Pendekatan ini memastikan bahwa intervensi tidak bersifat umum, tetapi berbasis pada kebutuhan dan potensi spesifik di setiap desa.

Perubahan yang terjadi pada tahap ini terlihat dari meningkatnya partisipasi dan mulai bergesernya peran masyarakat dari penerima manfaat menjadi aktor yang terlibat dalam proses perubahan.

Dari Lapangan ke Ruang Publik: Mendorong Perubahan Narasi dan Advokasi

Selain membangun fondasi di tingkat komunitas, CIS Timor juga memperluas intervensi ke ranah komunikasi publik dan advokasi kebijakan.

Selama enam bulan implementasi, CIS Timor menghasilkan 11 publikasi yang disebarluaskan melalui media sosial dan media online. Publikasi ini mengangkat berbagai isu, mulai dari pengenalan program, cerita perubahan di tingkat komunitas, hingga pentingnya keterlibatan perempuan dalam sektor energi.

Media yang digunakan mencakup berbagai platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, serta media online lokal. Strategi ini memungkinkan pesan program menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Salah satu langkah strategis adalah kolaborasi dengan jurnalis perempuan di NTT. Kolaborasi ini berperan penting dalam memperkuat pemberitaan yang menyoroti aspek keadilan dalam transisi energi. Isu energi yang sebelumnya cenderung dibahas secara teknis mulai dikaitkan dengan realitas sosial, termasuk pengalaman perempuan dan kelompok rentan.

Dampaknya mulai terlihat di tingkat provinsi. Diskusi mengenai energi tidak lagi hanya berfokus pada aspek teknologi dan target pembangunan, tetapi mulai memasukkan perspektif inklusivitas. Keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas mulai menjadi bagian dari pembahasan dalam proses penyusunan kebijakan energi.

Program ini juga mendorong pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai aktor, termasuk organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini memperkuat dukungan terhadap program, baik dari sisi kebijakan, kapasitas teknis, maupun peluang pendanaan di masa depan.

Tantangan Lapangan: Antara Infrastruktur, Kapasitas, dan Data

Di balik capaian yang dicapai, implementasi program juga mengungkap sejumlah tantangan yang menjadi perhatian penting untuk keberlanjutan.

Salah satu isu utama adalah keberlanjutan infrastruktur energi terbarukan. Beberapa fasilitas seperti pembangkit listrik tenaga surya belum dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya sistem pemeliharaan yang terstruktur serta keterbatasan kapasitas teknis di tingkat lokal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup penguatan kapasitas masyarakat untuk mengelola dan merawat teknologi yang ada.

Sebagai respons, muncul kebutuhan untuk mengembangkan teknisi lokal di tingkat desa. Penguatan kapasitas ini menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan.

Tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan data terpilah. Ketiadaan data yang detail, terutama terkait disabilitas, menyulitkan perencanaan program yang benar benar inklusif. Tanpa data yang memadai, risiko eksklusi terhadap kelompok tertentu masih cukup tinggi.

Selain itu, terdapat tantangan dalam aspek tata kelola dan akses pendanaan. Kapasitas aktor lokal dalam mengakses dan mengelola sumber pendanaan masih perlu diperkuat. Di sisi lain, dinamika kebijakan yang cenderung terpusat juga membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam mengembangkan inisiatif energi secara mandiri.

Namun demikian, identifikasi terhadap tantangan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran program. CIS Timor tidak hanya mencatat capaian, tetapi juga menggunakan temuan lapangan untuk memperbaiki strategi ke depan.

Dengan 375 orang yang telah terlibat, jaringan kolaborasi yang semakin luas, serta pembelajaran yang terus berkembang, program ini telah menunjukkan bahwa transisi energi berkeadilan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Mulai dari penguatan komunitas, perubahan narasi publik, hingga perbaikan sistem pendukung.

Transisi Energi Tanpa Keadilan Adalah Ketimpangan Baru

Prev

Bagaimana GEDSI JET Working Group NTB Mengubah Arah Transisi Energi Berkeadilan di NTB?

Next
Comments
Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Dapatkan cerita dan refleksi  yang kami pilihkan
Mari terhubung dengan kami!
Dapatkan cerita dan refleksi yang kami pilihkan