Perbincangan tentang energi terbarukan sering kali didominasi oleh istilah teknis dan proyek berskala besar, yang pada akhirnya meminggirkan peran kelompok rentan. Padahal, perempuan adalah pihak yang paling dekat dengan penggunaan energi sehari-hari, sekaligus yang paling terdampak saat krisis melanda. Simak diskusi mendalam bersama Megawati Iskandar Putri dari LBH Apik NTB dalam talkshow RRI Mataram. Tonton videonya di bawah ini untuk memahami mengapa transisi energi yang inklusif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Home Benarkah Transisi Energi Kita Sudah Adil Bagi Perempuan?

Benarkah Transisi Energi Kita Sudah Adil Bagi Perempuan?
0
May 6, 2026
Read Next
Dari Dapur ke Ruang Perubahan: Cerita Desa Dampingan Gema Alam NTB
Perubahan besar sering kali dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: rumah, dapur,…
May 14, 2026
Menyalakan Inklusi dalam Transisi Energi yang Berkeadilan
Transisi energi sering dibicarakan melalui angka besar. Ada target penurunan emisi, bauran energi terbarukan,…
May 14, 2026
FJPI Pertama di NTT: Ruang Baru Jurnalis Perempuan untuk Mengawal Transisi Energi Berkeadilan
NTTHits.com, Kupang – CIS Timor Nusa Tenggara Timur (NTT) dan GEDSI JET Working Group Nusa Tenggara Barat…
May 14, 2026











